Sempat Sebut Ada Kriminalisasi dan Tak Terbukti Usai Diperiksa, Amien Rais Dipuji Ruhut Sitompul

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais memenuhi panggilan penyidik Polda Metro jaya untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi kasus Ratna Sarumpaet, Rabu (10/10/2018).

Amien Rais datang dengan didampingi putrinya, Tasniem Fauzia Rais dan juga massa Persaudaraan Alumni 212 (PA 212).

Amien Rais pun diperiksa selama kurang lebih empat jam dari pukul 10.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

Kedatangan Amien Rais ke Polda Metro Jaya merupakan pemanggilan kedua setelah sebelumnya sempat mangkir saat dijadwalkan pemeriksaan pada Jumat (5/10/2018) lalu.

Mangkirnya Amien Rais ini pun disebabkan oleh beberapa kejanggalan dalam surat pemanggilan.

Dalam pernyataannya itu, Amien Rais sempat menduga bahwa dipanggilnya ia ke polisi ini ada unsur kriminalisasi.

Pasalnya, sejak surat panggilan pertama diberikan, Amien Rais mengungkap adanya kejanggalan.

Surat panggilan yang ditujukkan pada Amien Rais tertulis tanggal 2 Oktober 2018.

"Padahal Ratna Sarumpaet ditangkap 4 Oktober, ini sangat janggal karena Ratna belum meberi keterangan, kok saya dipanggil duluan, apakah ini upaya kriminalisasi?" kata Amien Rais.

Bahkan Amien Rais juga sempat menyampaikan akan membongkar kasus lama sebelum dirinya memenuhi panggilan penyidik.

Menurut Amien, fakta yang nantinya ia ungkap berhubungan dengan kasus korupsi lama yang mengendap di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Sebab, kata dia, kasus tersebut hingga kini penanganannya belum rampung.

"Yang ini hubungannya tentang penegakan hukum di sana, korupsi yang sudah mengendap lama di KPK akan saya buka pelan-pelan," kata Amien seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Dalam menyampaikan hal-hal diatas, wajah Amien Rais ini terlihat sangat berapi-api.

Pada awalnya, sebenarnya Amien Rais menyampaikan mangkirnya dari pemeriksaan pertama itu adalah adanya saran dari pihaknya untuk tak menemui polisi.

"Sehingga teman-teman ahli hukum 'Pak Amien gak perlu datang'. Kalau saya gak dateng lucu, lha wong nama Amien Rais cuman saya. Sebutan nama keliru gak apa-apa, bismillah menghargai polisi, saya datang," lanjutnya.

Akan tetapi ketika selesai proses penyidikan, Amien Rais justru terlihat senang dan menampilkan senyum.

"Skenario yang ditakutkan orang jangan nanti-nati Amien Rais yang mendalangi, itu tak terbukti sama sekali," tutur Amien Rais, seperti yang tayang di Kabar Petang, TV One, Rabu (10/10/2018).

Dalam pemeriksaan yang berlangsung selama empat jam itu, Amien Rais mengaku dicecar 30 pertanyaan oleh tim penyidik terkait kasus penyebaran hoaks Ratna Sarumpaet.

Untuk 10 pertanyaan pertama ini seputar informasi pribadi.

Sementara untuk 10 pertanyaan berikutnya, seputar tentang kegiatan Amien Rais untuk Indonesia.

Untuk 10 pertanyaan terakhir adalah menyangkut hoax Ratna Sarumpaet.

Lebih lanjut, Amien Rais menyebutkan bahwa proses pemeriksaan dinilainya berjalan santai dan akrab.

Bahkan dalam proses penyidikan itu, Amien Rais menyebut bahwa sebagian waktu digunakan untuk makan siang dan shalat.

"Tegas, suasnanya ramah, jadi so far so good. Jadi demikian smooth dan bagus. Dan pertanyaannya straight tidak muter-muter apalagi menjebak. Tidak ada. Jadi saya terima kasih kepada polda," katanya.

Perkataan Amien Rais yang ternyata ketakutannya tak terbukti, rupanya mendapat apresiasi dari Ruhut Sitompul, jubir kubu Jokowi-Ma'ruf Amin.

Ia menuturkan bahwa Amien Rais ini memberikan contoh yang paling tepat.

"Pemimpin harus Berpikir Positif jgn Berpikir Negatif, “Ini Contoh yg paling tepat diberikan utk Pak Amien Rais, Awal datang diperiksa sebagai Saksi Negatif melihat Kerja Polisi tapi setelah selesai diperiksa Polisi Memuji muji Kerja Polisi dalam Kasus Ratna Sarumpaet” MERDEKA," tulis Ruhut Sitompul, di akun Twitternya @ruhutsitompul, Kamis (11/10/2018).

"Kita tahu selama ini para pendukung Prabowo-Sandi sepertinya melihat polisi yang ada di tengah itu, saya lihat seperti ada saja salahnya polisi.

"Karena itu Pak Amien tadi menunjukan dan saya rasa yang selama ini negative thinking kepada polisi, tidak benar," ujar Ruhut Sitompul kepada tayangan iNEWS sore, Rabu (10/10/2018).

Ruhut juga menyebutkan bahwa apa yang dilakukan Amien Rais ini bisa jadi pendingin di tengah kecamuk yang saling salah menyalahkan.

"Apa yang dilakukan Pak Amien ini, saya rasa, semua jadi bisa cooling down," tutur Ruhut.

Ruhut juga meminta agar para politisi, dan kepolisian untuk tetap berpikiran positif.


sumber isi berita: tribunnews.com
komentar
0 komentar

0 komentar