Banyak Kader Mengundurkan Diri, Ini Respon Direktur Pencapresan PKS

Sejumlah kader Partai Keadilan Sejahtera ( PKS) di daerah mengundurkan diri dari partai. Setelah 80 orang di Banyumas, kini 60 orang kader utama DPD PKS Kabupaten Mojokerto mengundurkan diri.

Menanggapi gejolak ini, Direktur Pencapresan PKS, Suhud Alynudin, menegaskan, pengunduran diri karena hanya penandatanganan pakta integritas sama saja disebut 'Ikrar Janji Setia'. Menurutnya, inilah bagian dari upaya PKS menjaga kesolidan.

"Menghadapi Pemilu 2019, kami menginginkan struktur dan kader PKS memiliki soliditas yang tinggi, sehingga struktur menyelenggarakan kegiatan ikrar kepada seluruh kader PKS untuk berjuang memenangkan PKS pada Pemilu 2019," terangnya, Jumat (26/10/2018).

Menurutnya, 'Ikrar Janji Setia' adalah kebijakan internal PKS yang sah dilakukan setiap partai sesuai dengan AD/ART salah satunya penandatanganan pakta integritas.

"Setiap kader PKS diberi kebebasan untuk memilih melakukan ikrar itu atau tidak," lanjutnya.

Di lain tempat, kader utama DPD PKS menyatakan memang pada akhirnya 60 orang itu mengundurkan diri. Sampai kini, diketahui jumlahnya ada 60 orang kader.

Mantan ketua Majelis Pertimbangan DPD PKS Mojokerto, Luqman Fanani menegaskan kalangan yang mundur kebanyakan dari pengurus struktur akar rumput. 

Ia mengatakan, 60 orang kader yang mundur merupakan kader utama atau kader terbina.

"Sekitar separuhan yang mundur. Unsurnya terdiri dari pengurus harian, kecamatan, dan kader nonstruktural," katanya. 


sumber isi berita: netralnews.com
komentar
0 komentar

0 komentar