Pria Terlambat Wawancara Kerja Karena Bantu Perbaiki Mobil, Tiba di Lokasi yang Terjadi Tak Terduga

Jika kita berbuat baik, maka kebaikan pun akan kembali kepada diri kita.

Hal inilah yang terjadi pada seorang pria saat membantu memperbaiki mobil padahal ia akan melakukan wawancara kerja.

Dilansir TribunWow.com dari en.goodtimes.my, Jimmy dulunya bekerja sebagai montir mobil.

 Ia kemudian mencoba melamar pekerjaan lain disebuh perusahaan.

Jimmy pun mendapatkan kesempatan wawancara dari perusahaan yang ia daftar.

Ia berpakaian rapi mengenakan kemeja warna putih dan celana panjanag hitam saat perjalanan menuju lokasi wawancara.

Tiba-tiba Jimmy melihat ada seorang pria menendang ban mobil belakang.

Pria itu sepertinya tidak tahu apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki mobil.

Karena bus yang akan ditumpangi belum datang, Jimmy pun memutuskan untuk membantu pria tersebut.

Pria itu merasa bersyukur karena mendapatkan bantuan dari Jimmy.

Pria tersebut kemudian bertanya kepada Jimmy mengapa mengenakan pakaian resmi.

Jimmy pun mengatakan jika ia sedang dalam perjalanan menuju wawancara kerja.

Memperbaiki mobil bukan hal yang sulit bagi Jimmy pasalnya dulu ia bekerja sebagai montir.

Namun, saat itu Jimmy membutuhkan waktu yang cukup lama untuk memperbaiki mobil tersebut.


Setika selesai memperbaiki mobil, Jimmy menyadari jika ia tak bisa datang tepat waktu untuk melakukan wawancara kerja.

Si pemilik mobil pun berniat untuk memberi uang namun Jimmy menolaknya.

Jimmy mengatakan jika ia hanya ingin membantu seseorang yang membutuhkan bantuannya.

Pria tersebut kemudian mengantar Jimmy ke lokasi wawancara kerja.

Jimmy tak bisa menolak tawaran tersebut karena sudah terlambat.

saat ditiba di lokasi, Jimmy melihat antrean panjang para pemalar kerja yang menunggu untuk wawancara.

semua pelamar kerja tampak rapi dan telah mempersiapka diri.

Sementara Jimmy nampak lusuh dan tangannya pun juga kotor.

Namun, Jimmy merasa lega karena pewawancara datang terlambat dan belum dimulai.

Akhirnya, pewawancara tiba dan wawancara oun dimulai.

Satu per satu pelamar keluar dari ruangan wawancara sambil menunduk karena tak diterima kerja.

Hal ini membuat Jimmy lebih gugup karena dia harus lulus wawancara.

Akhirnya, giliran Jimmy.

Setelah Jimmy mencari pewawancara, dia terkejut melihat bahwa si pewawancara adalah orang yang dia bantu memperbaiki mobilnya.

Ternyata pria itu adalah manajer umum perusahaan.

“Maaf saya harus membuat Anda menunggu. Tapi saya cukup yakin saya telah membuat keputusan yang tepat untuk menjadikan Anda sebagai bagian dari tim kami bahkan sebelum Anda masuk ke kantor. Saya Anda akan menjadi pekerja yang dapat dipercaya. Selamat!," Kata pria itu.

Kisah ini memberi tahu kita bagaimana seharusnya kita tidak mengabaikan orang lain ketika mereka membutuhkan pertolongan.


sumber isi berita: tribunnews.com
komentar
0 komentar

0 komentar