Ngeri! Eks Mata-mata Rusia Ditemukan Lemas Tak Berdaya, Ini Jenis Racunnya

Ternyata Racun Mematikan Ini Yang Dipakai Untuk Menghabisi Eks Mata-mata Rusia...Pada 4 Maret 2018 lalu seorang eks mata-mata Rusia, Sergei Skripal (66) dan putrinya, Yulia (33) ditemukan terbujur kaku dan tak sadarkan diri di sebuah bangku taman di Salisbury, Inggris. Dicurigai mereka telah diracun dengan nerve agent, racun mematikan yang dapat melumpuhkan saraf.

Perdana Menteri Inggris Theresa May mengumumkan kepada publik Senin kemarin (12/3/2018) bahwa sebuah racun era Soviet bernama Novichok yang digunakan untuk meracuni Skripal dan putrinya. Bukan jenis VX, seperti yang dicurigai sebelumnya.

Kini Skripal dan Yulia sedang dalam keadaan kritis dan dirawat secara intensif. Tapi, apakah sebenarnya Novichok itu?

Dikutip dari LiveScience, dalam bahasa Rusia Novichok berarti "pendatang baru", dan racun ini merupakan racun nerve agent yang dibuat sekitar tahun 1970-1980an pada era Uni Soviet.

Racun ini awalnya dibuat untuk usaha menggagalkan Chemical Weapons Treaty (Perjanjian Senjata Kimia Jenewa), menurut buku panduan "Responding to Terrorism: A Medical Handbook" yang terbit di tahun 2010. published in 2010. Karena perjanjian tersebut melarang senjata kimia yang memiliki struktur kimia tertentu, dan Novichok termasuk salah satunya.

Walaupun berstruktur beda, Novichok bekerja seperti nerve agent lainnya dengan mengikat dan mematikan cholinesterase, sebuah enzim yang digunakan sistem saraf untuk berkomunikasi dengan otot.

"Alasan mengapa kamu bisa mati karena (nerve agent) ini sangat simpel," kata Dr Lewis Nelson, ketua Emergency Medicine di Rutgers New Jersey Medical School, yang tidak ikut terlibat dalam penanganan Skripal. "Jika ototmu tidak bekerja maka kamu tidak bisa bernapas, dan jika kamu tidak bernapas akhirnya kamu akan mati."

Gejala dan akibat dari Novichok ini juga sama seperti nerve agent lainnya: pupil mengerut, masalah pencernaan, keluar air liur dan air mata, terang Nelson. Novichok ini dapat berbentuk bubuk halus dan dibuat dari komponen non-racun yang dicampur dengan nerve agent aktif.

Dalam buku panduan disebutkan jika Novichok terhirup, gejala dapat terjadi dalam 30 detik hingga 2 menit. Diklaim juga bahwa sedikit saja Novichok bisa sangat merusak, 5-8 kali lebih ampuh dari jenis VX.

"Karena yang dibutuhkan sangat sedikit, Novichok sangat menantang untuk dideteksi pada korban. Tapi para ahli toksikologi kemungkinan dapat menemukannya jika mereka tahu apa yang sedang mereka cari," tutur Nelson.

Jika seorang terekspos racun Novichok, sesegera mungkin mereka harus disambungkan pada life support dan didekontaminasi. Yaitu dengan melepas semua bajunya dan mencuci kulit mereka dengan air dan sabun. Nelson menyebutkan ada beberapa jenis penawar racun seperti atropine, pralidoxime dan diazepan dapat membantu menolong hidup mereka.

Tapi pengobatan ini tidak menjamin kesembuhan. Dilaporkan di dalam buku panduan bahwa: racun Novichok dilaporkan menghasilkan kerusakan yang lebih permanen, bahkan setelah mendapatkan pengobatan penawar racun nerve agent sekalipun.


sumber isi berita: detik.com
komentar
0 komentar

0 komentar