Mahfud MD: Mereka Tak Anti NKRI tapi Pencuri

Guru Besar Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia Yogyakarta, Mahfud MD, dalam akun twitternya menjelaskan korupsi e-KTP tidak termasuk radikal tapi masuk korupsi yang hukumannya lebih berat dari radikal. Penjelasan ini berkaitan dengan pertanyaan seorang netizen dengan akun @JH_talk_2_U.

@JH_talk_2_U: Kalau korupsi EKTP yang jumlahnya trilyunan bisa masuk Radikal dan atau anti NKRI sila ke2 dan ke 5 gak ya ?,

“Korupsi e-KTP tak masuk radikal tapi masuk korupsi yg hukumannya lbh berat daripada radikal. Mereka juga tak anti NKRI tp mencuri di NKRI,” tulis Mahfud di akun twitternya @mohmahfudmd, Senin (8/5/2017).

Cuitan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2008-2011 direspon dengan berbagai komentar dan pendapat oleh netizen, berikut kicauan netizen terkait cuitan Mahfud di akun twitternya.
@abetkurniawan2: Mencuri di NKRI udah paling enak ya pa Mahfud

@cecepsula: prof, siapa yg berwenang membubarkan ormas? Terimakasih

@ZaenalMaman: Artinya "koruptomania"lebih makar dari ormas radikal.

@Lukman_Ladjoni: Korupsi itu PENGHIANAT BANGSA termasuk anti Pancasila Hukumannya MATI

@amel_blooms:E ktp gimana pak? Saya 5 bulan ga bisa kerja gara2 non e ktp -_-

@r0ckinray: makanya prof, kita perangin skalian deh HTI, Koruptor dan sejenisnya.

@triwakidi: Prof, Apakah rakyat bisa menuntut menteri dalam negeri dipengadilan untuk ektp yg tak kunjung tersedia??

@gunzah27: Yakinkah hukum Indonesia mampu menyentuh pr Koruptor E-KTP dn bs maksimal?

@daysibnaby: Perongrong NKRI sejatinya tu para koruptor

@usmanprob: Prof, tlg lakukan sesuatu agar negara ini tdk semakin amburadul


sumber isi berita: netralnews.com
komentar
0 komentar

0 komentar