Arbi Sanit: Ahok Adalah Singa, Rizieq Seperti Tikus

Pengamat Arbi Sanit membandingkan bagaimana Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, dalam menghadapi berbagai kasus hukum menjerat mereka.

Menurut Arbi, Ahok dalam kasus penistaan agama, tidak pernah sekalipun mangkir dari panggilan polisi, bahkan beberapa kali berinisiatif mendatangi aparat penegak hukum untuk memberikan keterangan. Ia selalu kooperatif sejak awal dilaporkan, hingga divonis bersalah dan dijatuhi hukuman dua tahun penjara oleh majelis hakim, pada Selasa (9/5/2017).

Arbi menyebut, Hal itu dijalani Ahok ditengah kesibukannya sebagai orang nomor satu di ibukota, bahkan ketika menjadi calon gubernur yang disibukan dengan padatnya kegiatan terkait Pilkada DKI 2017 beberapa waktu lalu, Ahok tidak pernah mencari-cari alasan untuk menghindar dari proses hukum.

"Ahok itu ibarat singa, raja hutan, apa saja dihadapi, tidak pernah takut hadapi masalah hukum, semua dihadapi," kata Arbi kepada Netralnews.com, Kamis (11/5/2017).

Sementara itu cara Habib Rizieq dalam menghadapi berbagai kasus yang menjeratnya, Arbi menyamakan seperti tikus yang takut ketika mendengar suara kucing.

Hal itu lantaran, dalam beberapa kasus dan dipanggil polisi, Habib Rizieq selalu berusaha mengelak. Bahkan kabar terbaru menyebutkan, ia melarikan diri ke Arab Saudi untuk mengindari kasus-kasus tersebut. Salah satunya adalah kasus percakapan WhatsApp berkonten pornografi, yang diduga dilakukan oleh Habib Rizieq dan Firza Husein.

"Kalau ini kayak tikus. Iya kayak tikus, baru bunyi kucing aja udah kabur. Bisanya cuma geregoti  segala hal yang bagus, bunyi kucing baru dijauh, dia udah kabur. Dari sifat dan kelakuannya emang kayak gitu," ungkap Arbi.

Ditambahkannya, selama ini Habib Rizieq hanya berani berkoar-koar dan bersuara lantang, karena berlindung dibalik banyaknya massa pendukungnya. "Karena banyaknya massa, memperalat massa, memperalat dan menyalahgunakan agama," tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, Pentolan FPI Habin Rizieq Shihab belum dapat kembali ke Indonesia, karena merasa dikriminalisasi dalam berbagai kasus yang menjeratnya. Ia kabarnya lebih memilih untuk memanggil anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) ke Arab Saudi guna mendengarkan persoalan yang dihadapinya.

"Wawancara untuk penyelidikan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh rezim penguasa. Akan diwawancarai sebagai korban teror dan kriminalisasi. Beliau rencananya akan lama di Mekkah, Insya Allah," kata Ketua Presidium Alumni 212 Ansufri ID Sambo alias Ustadz Sambo, Rabu (10/5/2017).


sumber isi berita: netralnews.com
komentar
0 komentar

0 komentar